5 Tujuan Utama Ibadah Haji di Mekkah

5 Tujuan Utama Ibadah Haji di Mekkah – Ibadah Haji ke Mekkah merupakan rukun kelima dalam Islam, Haji adalah ibdaha yang menghimpun semua jenis ibadah sperti ibadah fisik hati, dan harta. Haji wajib dilaksanakan sat kali seumur hidup, khusus bagi orang-orang yang mampu.

Allah SWT berfirman “Mengerjakan Haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup, mengadakan perjalanan ke baitullah. Barangsiapa yang mengingkarinya (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah mahakaya (tiak memerlukan sesuatu) dari semesta alam (Ali ‘imran:97)

Ada beberapa tujuan mulia dari ibadah haji untuk pembentukan jiwa dan juga masyarakat. Karenanya Allah SWT berfirman dalam ayat yang menerangkan tentang hewan qurban yang disembeli ketika berhaji pada hari idul qurban “Daging-daging unta darahnya it sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah tetapi ketakwaan adri kamulah yang dapat mencapainya” (Al-Hajj:37).

 

  • Menampakkan kerendahan dan ketundukan kepada Allah

Karena orang ang berhaji meninggalkan semua perhiasan dan sarana yang mewah. Dia hanya emakai kain ihram seperti sedang menampakkan kemiskinannya di hadapan Allah. Dia juga melupakan dunia dan semua kesibukannya, yang dalam kesehariannya merupakan hal yang mengganggu keikhlasan kepada Allah. Kondisi itu menyebabkan dia berhak mendapatkan ampunan dan rahmat dari Allah.

Kemudian dia duduk bersimpuh diarafah sambil memanjatkan do’a kepada Tuhannya, memuji-Nya, mensyukuri nikmat dan keutamaan-Nya, sambil memohon ampun atas segala dosa dan kesalahan-Nya.

  • Mensyukuri nikmat Allah

Bentuk mensyukuri nikmat dalam ibadah haji bisa dilihat dari dua sisi: pertama, mensyukuri nikmat harta kekayaan. Kedua, mensyukuri nikmat kesehatan anggota tubuh. Kedua hal itu merupakan puncak kenikmatan bagi seseorang keika berada di dunia. Dala proses ibadah haji, dua jenis nikmat ini sangat terasa dan harus disyukuri.

 Ketika berhaji, seseorang mengorbankan dirinya dan mengeluarkan hartanya untuk beribadah, mendekatkan diri kepada Allah SWT. Mensyukuri nikmat Allah memang wajib hukumnya. Hal ini bisa dipahami secara login, selain memang hal itu diajarkan oleh islam.

  • Muktamar Umat Islam

Umat islam dari seluruh penjuru dunia berkumpul dalam ibadah haji. Maka terjadilah proses saling mengenal dan keakraban antara satu dengan yang lainnya. Semua jenis perbedaan antara yang kaya dan miskin; antara yang berkulit putih dan yang berkulit hitam, serta perbedaan bahasa mencair saat melaksanakan ibadah haji.

Bahasa dalam ibadah haji menjadi sama, yaitu bahasa kebaikan dan ketakwaan, serta saling menasehati dalam kebenaran dan kesabaran. Tujuan akhirnya adalah mengaitkan antara sebab-sebab kehidupan dan sebab-sebab dari langit (yakni dikabulkannya do’a).

  • Mengingatkan akan hari kiamat

Proses ibadah haji mengingatkan seorang muslin akan hari pertemuannya dengan Tuhannya, yaitu ketika dia sudah memakai pakaian ihram, kemudian dia wukuf di bukit arafah. Dia akan melihat jutaan orang dengan pakaian menyerupai kain kafan. Dengan pemandangan seperti itu, dia akan ingat masa setelah dia meninggal dan akan membuatnya bersungguh-sungguh menyiapkan bekal amal shalih sebelum dia bertemu denga Allah SWT.

  • Merefleksikan pengesaan Allah melalui ibadah lisan dan ibadah jasmaniah (perbuatan)

Syiar bagi orang yang beribadah haji adalah talbiyah (Labbaika Allahumma labbaik, labbaika laa syarika laka, innal hamda, wan-ni’mata laka wal mulku, laa syarikaa laka)

Artinya : Aku sambut panggilan-mu ya Allah, aku sambut panggilan-Mu, tiada tuhan selain engkau, aku sambut Panggilan-Mu, sesungguhnya segala puji, nikmat dan kekuasaan hanya untuk-Mu, tidak ada sekutu bagi-Mu.

Karena itu, salah seorang sahabat nabi menerangkan makna dari sifat dan cara talbiyah nabi Muhammad SAW aitu “Syiarkanlah Tauhid”.  (HR. Muslim:1218). Syiar tauhid sangat jelas dalam semua proses ibadah haji, baik dalam perbuatan maupun perkataan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *