Tanda Malam Lailatul Qadar Bulan Ramadhan

Tanda Malam Lailatul QadarTanda Malam Lailatul Qadar Bulan Ramadhan – Malam Lailatul Qadar adalah malam yang istimewa yang telah disampaikan didalam al-Qur’an, karena keistimewaan-nya, malam ini lebih baik dari seribu bulan, tanda malam lailatul qadar ini banyak digambarkan didalam hadist Rasulullah. Namun Kapan Malam ini terjadi dan seperti apa tanda-tanda malam lailatul Qadar ini, Simak beberapa hadist dan ayat berikut:

[Tanda Malam Lailatul Qadar] Malam yang Cerah dan Pagi Matahari Terbit Redup

Dalam Hadist Riwayat Muslim No 762 Dijelaskan Bahwa Pada Malam Lailatul Qadar Malamnya lebih cerah daripada Malam biasanya dan pada pagi hari matahari berwarna putih dan tidak memancarkan cahaya ke seluruh penjuru.

هِىَ اللَّيْلَةُ الَّتِى أَمَرَنَا بِهَا رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- بِقِيَامِهَا هِىَ لَيْلَةُ صَبِيحَةِ سَبْعٍ وَعِشْرِينَ وَأَمَارَتُهَا أَنْ تَطْلُعَ الشَّمْسُ فِى صَبِيحَةِ يَوْمِهَا

بَيْضَاءَ لاَ شُعَاعَ لَهَا.

Malam itu adalah malam yang cerah yaitu malam ke dua puluh tujuh (dari bulan Ramadlan). Dan tanda-tandanya ialah pada pagi harinya matahari terbit berwarna putih tanpa memancarkan sinar ke segala penjuru.” (HR. Muslim no. 762).

Hadist ini menjelaskan mengenai Tanda Alam saat terjadi malam lailatul Qadar, dari malam hingga terbitnya matahari, bahwa malamnya tidak cerah dan tidak seperti malam pada biasanya, dan paginya pun matahari bersinar dengan tidak memancarkan sinar matahari.

[Tanda Malam Lailatul Qadar] Terjadi di 10 Ramadhan Terakhir

Ibnu Hajar Al Asqolani rahimahullah telah menyebutkan empat puluhan pendapat ulama dalam masalah ini. Namun pendapat yang paling kuat dari berbagai pendapat yang ada adalah lailatul qadar itu terjadi pada malam ganjil dari sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan dan waktunya berpindah-pindah dari tahun ke tahun (Fathul Bari, 4: 262-266 dan Syarh Shahih Muslim, 6: 40)

Baca Juga : Keutamaan Membaca Surah Al-Kahfi Pada Hari Jum’at

Mungkin pada tahun tertentu terjadi pada malam kedua puluh tujuh atau mungkin juga pada tahun yang berikutnya terjadi pada malam kedua puluh lima, itu semua tergantung kehendak dan hikmah Allah Ta’ala. Hal ini dikuatkan oleh sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam

الْتَمِسُوهَا فِى الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِى تَاسِعَةٍ تَبْقَى ، فِى سَابِعَةٍ تَبْقَى ، فِى خَامِسَةٍ تَبْقَى

Carilah lailatul qadar di sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan pada sembilan, tujuh, dan lima malam yang tersisa.” (HR. Bukhari no. 2021)

Para ulama berpendapat bahwa hikmah Allah Ta’ala menyembunyikan tanggal pasti terjadinya lailatul qadar adalah agar orang bersemangat untuk mencarinya. Hal ini berbeda jika lailatul qadar sudah ditentukan tanggal pastinya, justru nanti malah orang-orang akan bermalas-malasa (Fathul Bari, 4: 266).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *